Seperti Air Yang Mengalir Seperti itulah HARAPAN ku

Seperti Air Yang Mengalir Seperti Itulah Harapanku

Selasa, 13 Mei 2014

ADA APA DENGAN CINTA

CINTA…..begitu sering kita mendengar dan membicarakan kata yang terdiri dari lima huruf ini. Betapa banyak orang yang telah merasakannya, namun begitu sulit untuk dapat mengungkapkannya dengan kata-kata, dan bukan sesuatu yang mudah untuk dapat mendefinisikannya. Terlebih lagi untuk mengetahui hakikatnya.
            Atas nama Cinta, seseorang dengan mudahnya bisa keluar dari jeratan hukum syariat. Seorang pezina dengan gampang tanpa diiringi rasa malu dan dosa mengatakan, “Kami sama-sama cinta, suka sama suka”. Ketika bendera cinta telah diangkat, seorang bapak membiarkan anak-anaknya bergelimang dalam dosa. Dengan alasan cinta, seorang suami melepas istrinya hidup bebas tanpa ada ikatan dan tanpa rasa cemburu sedikitpun.

            Setiap orang memiliki rasa cinta yang bisa diaplikasikan kepada banyak hal. Cinta Wanita, Cinta Harta, Cinta Anak, dan banyak lagi berbagai macam kenikmatan dunia lainnya merupakan sasaran utama cinta dari kebanyakan manusia. Namun, jika kebodohan telah mendominasi kehidupan, dan kebenaran tidak lagi menjadi tolok ukur, maka setan tampil menghembuskan bisikannya dan menabuh genderang penyesatan dengan mengangkat cinta sebagai landasan atas penghalalan terhadap segala yang dilarang Allah dan Rasul-Nya. Allah  berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ 
وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَاوَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kese
nangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali ‘Imran: 14)

            Rasulullah  dalam haditsnya dari shahabat Tsauban  mengatakan :

يُوشِكُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ الْأُمَمُ مِنْ كُلِّ أُفُقٍ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ عَلَى قَصْعَتِهَا. قَالَ: قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمِنْ قِلَّةٍ بِنَا يَوْمَئِذٍ قَالَ: أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنْ تَكُونُونَ غُثَاءً كَغُثَاءِ السَّيْلِ يَنْتَزِعُ الْمَهَابَةَ مِنْ قُلُوبِ عَدُوِّكُمْ وَيَجْعَلُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ قَالَ: قُلْنَا وَمَا الْوَهْنُ قَالَ: حُبُّ الْحَيَاةِ وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ))

“Hampir-hampir orang-orang kafir mengerumuni kalian sebagaimana berkerumunnya di atas sebuah tempayan.’ Seseorang berkata: ‘Wahai Rasulullah, apakah jumlah kita saat itu sangat
sedikit?’ Rasulullah  berkata: ‘Bahkan kalian saat itu banyak akan tetapi kalian bagaikan buih di atas air. Dan Allah benar-benar akan mencabut rasa ketakutan dari hati musuh kalian dan benar-benar Allah akan campakkan ke dalam hati kalian (penyakit) al-wahn.’ Seseorang bertanya: ‘Apakah yang dimaksud dengan al-wahn wahai Rasulullah?’ Rasulullah menjawab: ‘Cinta dunia dan takut mati.’ (HR. Abu Dawud no. 4297, dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 3610)

 (Mutiarahikmah.com)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar