Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
==============================
Mukadimah:
Note ini
pernah saya publish bebrapa kali sebelumnya dan mendapat apresiasi yg luar
biasa dari pembaca.
Kali ini saya
repost kembali dgn sedikit editan, yaitu saya tambahkan beberapa ayat alqur'an
dan hadist agar jalinan ceritanya semakin kuat.
Semoga
menjadi renungan bersama dan ada ibrah yg bisa diambil.
Selamat
membaca..^.^
-----------------------^*^*^*^*^*-----------------------
-- 09 agt 2010, Suatu senja di alun-alun kota Solo, note ini tertulis --
Menatap semburat lembayung di langit
Baru kusadari betapa berharga kenanganmu
Saudariku seiman yg terhanyut arus waktu
Cantik dan mekar mendewasa, semarakkan keheningan lubuk
Bilakah kita menangis bersama..?
Mengakui dosa-dosa dan menatap keagungan Allah di rumahNya..?
--------------------------------------------------------------------------------
Sebait puisi
tadi adalah yg kini kubaca dalam genggaman tanganku. Puisi yg dia berikan
padaku setahun lalu. Puisi yg menandakan kecintaannya kepada Rabbnya melebihi
segalanya. Bahkan dia bilang kecintaanya kepadaku menempati urutan nomor 3
setelah Allah dan keluarganya.
Kini aku
menatap wajahku di dalam cermin. Jilbab putih berbahan satin yang membingkai
wajahku memperkuat auraku. Riasan tipis yang kusapukan di pipi membuatku nampak
mempesona. Namun tetap tak mampu menutupi mendung yang menggaris di wajahku.