Seperti Air Yang Mengalir Seperti itulah HARAPAN ku

Seperti Air Yang Mengalir Seperti Itulah Harapanku

Sabtu, 16 Mei 2015

TANYA HATI

Ada apa dengan diriku tanya hati yang akhir-akhir ini sering murung dan menyendiri?.... kenapa tiba-tiba ada air yang mengalir dikedua pipinya? Apa yang dia rasakan oleh diri ini sebenarnya?.
Perlahan tapi pasti diri ini mulai merasa sepih entahlah walaupun disekitarku ada begitu banyak orang yang selalu menghiburkku dan membuatku tertawa tapi kenapa semua itu terasa hambar dan semu.
Diri ini mulai menarik diri dari keramaina dan mencoba sendiri pada   saat yangg lain sedang berkumpul bersama dan tertawa, diri ini mulia menyibukkan diri dengan membaca, karena dengan membaca mmungkin akan membuat diri ini menjadi lebih sedikit tenang, tapi diri ini salah semuanya masih sama seperti semula, diri ini masih merasa sepih.
Dan diri ini akan semakin merasa sepih saat ku buka pintu kamar kos. Mulai lagi air mata ini jatuh kepipi.....aku lelah dengan semua ini....aku rapuh dan aku tak sanggup lagi tuk melangkah kedepan. Ada apa dengan  dirimu tanya hati?? Kenapa kamu menagis?? Kenapa kamu bersedih??
Pertanyaan-pertanyaan itu tak bisa kujawab...mungkinkan diri ini terlalu munafik tuk mengungkapkan persaan ini? Atau diri ini terlalu egois tuk mengakui kalau diri ini butuh teman tuk melanjutkan sisa perjalanan episode  ini??
Sekian hari akhirnya diri ini sadar bahwa sudah saatnya diri ini butuh dia untuk mengisi hati ini agar dia tak merasa sepih dan sendiri lagi
Ya ALLAH
Ijinkamlah hamba bertemu dengan dia yang sholeh yang bisa membawa hamba menuju syurgamu, yang bisa membimbing aku tuk mengajari agamamu, dia yang bisa kujadiakan teman bila dalam perjalanan, dia yang bisa menjadi orang tuaku saat diri ini sakit, dia yang bisa menjadi imam dalam sholatku dan dia yang bersedia menyiapkan pundaknya tuk hamba bersandar dikala lelah, dia yang menjadi abi bagi anak-anakku.

Ya ALLAH hamba mohon ijinkan hamba bertemu dengan dia....iya d dengan dia sang adam ^_^

#Malam Minggu ku menanti dirimu diujung jalan

Minggu, 26 April 2015

MASIH DENGAN SATU NAMA


Selalu ku berusaha tuk melupakan namamu
Yang sempat mengisi hatiku dan hari-hari ku
Tapi aku tak bisa melupakan namamu
Mungkinkah masih ada rasa itu untuk mu
Tanya diri ini pada hati yang paling dalam
Mungkin masih “jawab hati”
Hanya bisa diam dan diam
Dengan perasaan ini yang sedang dirasakan
Bukan aku tak mau mengatakannya
Tapi aku malu tuk mengatakannya
Biarlah kusimpan rasa ini
Entah sampai kapan kan ku ungkapkan perasaan ini
Untuk mu
#biar waktu yang menjawab resah hati ini
Walau aku  tak sanggup tuk menahannya



Kamis, 09 April 2015

ENGKAU MASA LALU

Menyimpan iya hanya itu yang bisa ku lakukan untuk saat ini, entah sampai kapan kan ku ceritakan tentang hati ini karena hingga kini aku masih tak bisa percaya dengan siapapun itu walaupun dia dalah teman dekat sekalipun.
Disini ingin kuceritakan tentang penantian sebuah hati yang masih sendiri. Iya sampai sekarang iya masih sendiri berjalan di jalan ini, bukan aku tak ada teman tapi untuk saat ini hati ini masih menunggunya.
Sebuah pertemuan awal yang tak di sangaja dan itu mungkin sudah jalan takdir hati ini menemukan dirimu disudut rumah itu, sambil malu-malu hati ini hanya bisa menunduk sambil nyuri-nyuri pandang denganya. Siapa dia?? “tanya hati ini” baru pertama kali hati ini melihat dirinya. Sambil menunduk malu hati ini melewati tempat dimana dia duduk.
Semuanya terjadi begitu saja sampai akhirnya hati ini tahu siapa dia dan darimana dia berasal, ternyata kita berdua berada dibawah satu payung yang sama. Ada sedikit rasa senang saat hati ini tahu kenyataan itu. Ada rasa malu dan ingin selalu ketemu.
Dia sama seperti yang lain cuek, sok perhatian, sok bijaksana tapi kadang sedikit egois ^_^ ....iya itulah yang tergambar pada dirinya saat pertama kali hati ini mengenal dirinya.
Dengan berjalannya waktu begitu banyak kisah perjalanan episode yang terjadi diantara kita. Ada canda, ada air mata, ada marah yang menemani perjalanan  episode kita. Semuanya itu berjalan begitu saja diantara kita.
Perna hati ini mendengar kau memanggil dengan sebutan “ukhti”, iya pada saat itu dimana kita harus mempersiapkan sebuah acara dan kita berperan sebagai panitia dimana kita harus memmpersiapkan segala kelengkapan kegitan tersebut. Pada saat menyiapkan perlengkapan ku dengan kau memanggilku dengan sebutan “ukhti” ada rasa salah tingkah pada diri ini tapi semua itupun berlalu begitu saja ^_^
perna dirimu foto hati ini menggunakan hp-mu, semua itu terjadi secara spontan. “sini saya yang foto ya tapi pake hp saya”, upsssss apa maksudnya ini “tanya hati”. Dalam perjalanan banyak cerita yang kita ceritakan hingga perjalanan itupun berakhir.
Perna sekali engkau salah tingkah saat hati ini tahu dirimu curi-curi pandang pada hati ini, dengan capat kilat langsung kau alihkan perhatianmu. Perna sekali dirimu mengantar hati ini pulang malam-malam dengan menggunakan motormu (tidak boncengan) sampai depan rumah. Iyaaa semua itu perna terjadi diantara kita.
Begitu banyak kenangan yang terjadi diantara kita tapi tak bisa kuceritakan pada orang lain bahkan lewat tulisan inipun tak ingin kuceritakan tentang semuanya, karena aku tak ingin ada yang tahu tentang hati ini yang merindukan dirimu. Biar hati ini menyimpan semua kenangan memori yang perna ada diantara kita ^_^.
Kini semuanya telah berubah, engkau pergi entah kemana, tanpa kabar, tanpa berita. Hanya bisa berharap dimanapun dirimu berada semoga kau selalu ada didalam lindungan-Nya

Sabtu, 07 Maret 2015

HANYA INGIN

Kelopak mata ku tak  bisa menahan rasa kantuk yang  dirasakan tapi mata ini benar-benar tak bisa dipejam, mungkinkah banyak yang aku pikirkan atau mungkin aku hanya tak bisa memejamkan mata saja atau mungkin aku merindukan dirimu yang aku tak tahu siapa kamu dan dimana kamu sekarang.
Rindu ini buatmu yang tak tahu dimana kini bahkan aku tak tahu siapa kamu.....sedikit bingung dengan rindu ini, rindu yang bermakna tapi tak bertujuan, karena rindu ini ku tujukan buatmu makhluk Allah yang ada disana.
Semakin ku tahan rasa rindu ini semakin ingin rasanya aku menangis menahan rasa perih yang dirasakan hati ini, bukan karena rindu ku tak terbalas tapi hatiku tak tahu rindu ini buat siapa.
Hati ini hanya menginginkan ada sosok nyata yang bisa dirindukan bukan hanya sekadar bayangan semu yang dirasakan, karena hati ini tak mau berlama-lama menahan rasa rindu ini.
Salahkan hati ini bila menginginkan dia tuk dirindukan?? Salahakah hati ini meminta dia yang pantas untuk dirindukan?

Ya Allah ijinkan lah hati ini merindukan dia makhluk yang mencintaimu, ijinkanlah hati ini dimiliiki oleh yang pantas memiliki, ijinkanlah hati ini merindukan sosok yang nyata.....aminnn

Senin, 19 Januari 2015

MERINDUKANMU


Ingin rasanya aku berlari
Ingin rasanya aku memelukmu
Ingin rasanya aku merangkulmu
Ingin rasanya aku bersujud dikakimu
Ingin rasanya aku bersandar dibahumu
Ingin rasanya aku didalam dekapmu
Karena aku ingin meluapkan semua rasa
Rasa yang ingin membuat aku berlari
Rasa yang ingin membuat aku menangis
Rasa yang ingin membuatku tuk mengakhiri semuanya ini
Ayah ibu .....
Ingin kucurahkan semuanya
Semua  yang aku lalui hari ini
Aku tak sanggup menahan ini semua
Aku tak sanggup
Aku lemah
Dengan semua yang aku hadapi ini
Ya ALLAH
Ijinkanlah aku kembali kepada-MU
Bersembah sujud dihadapan-MU
Ya ALLAH
Aku hanya insan yang lemah
Yang hanya bisa meminta dan meminta
Maafkanlah aku yang sering mneyakiti hati orang lain

By
Aryani
#Episode Menanti Sebuah yang Tak Pasti#

Senin, 05 Januari 2015

TENTANG RASA

Rasa itu perna ada untukmu yang ada di sana
Rasa itu perna kutujukan untuk dirimu
Rasa itu perna kusimpan hanya untukmu
Selalu ku berusaha tuk tetap menjaga
Rasa itu untukmu seorang
Hinga tak ada rasa itu untuk orang lain
Tapi kini dengan berjalannya
Waktu rasa itupun hilang
Iya....dia  telah hilang
Mungkin terlalu lama rasa ini menantimu
Mungkin terlalu lama rasa ini  sendiri disini
Atau mungkin rasa ini sudah lelah menantimu
Yang tak kunjung datang menyapanya
Dan akhirnya ku putuskan untuk
Menghilangkan rasa ini untukmu
Yang hanya diam hingga kini tanpa kata
Maaf untuk sekarang aku hanya ingin sendiri
Menenangkan rasa ini yang perna di acuhkan
Bukan aku tak mau tapi aku hanya ingin
Rasa ini bebas untuk sesaat
#Buatmu yang tak perna berpaling kepadaku walau hanya sesaat