Seperti Air Yang Mengalir Seperti itulah HARAPAN ku

Seperti Air Yang Mengalir Seperti Itulah Harapanku

Kamis, 09 Februari 2012

Renungan Buat Diriku


Ribuan pulau kau sebrangin.....puluhan kota kau lewati....
luasnya samudra yang kau sebrangi semuanya hanya untuk mencari ilmu....
maka tolong jangan kau sia-siakan pengorbananmu dan juga pengorbanan orang tuamu.....
katanya kamu CAPEH...tapi tau khan kamu orang tuamu lebih CAPEH dari anda...kenapa???
setiap hari mereka bekerja tanpa mengenal kata LELAH...perna kha kau dengan kata itu keluar dari mulut mereka??? “Tidak perna”
nha itulah mereka ...mereka tak ingin terlihat capeh didepan anda karena mereka tak ingin anda khawatir kepada mereka...mereka begitu pintar menyembunyikan semuanya...
kau tau mereka tertawa tapi sebenarnya mereka menangis.....mereka bergurau tapi itu hanya untuk menghilang khan kecemasan didalam hati mereka....itu lha yang harus kau tau....

begitu beruntungnya anda memiliki orang tua yang begitu baik dan perhatian terhadap anda karena tidak semua orang seberuntung anda...jadi tolong jangan membuat mereka kecewa atas semua yang kau lakukan..tapi berusaha lha untuk membahagia kahn mereka okkeeee......dan doakhan mereka disetiap sujudmu...

Selasa, 07 Februari 2012

Dari Ayah Untuk Putrinya

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang remaja atau  sudah dewasa, yang sedang bekerja di perantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.. akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Iyak ga sih? Tapi itu wajar..

Lalu bagaimana dengan Ayah?


Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, “ Halo sayang, gmna kbr km? udah makan blom? Jangan sampe telat makan yha, nanti mag-nya kambuh dan mama gak mau itu terjadi.”  tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu? 

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian? ”Ma, tadi Putri cerita apa aja? Di sekolahnya gimana? Bukannya lupa, tapi amanah ayah sekarang bertambah sehingga menyita waktu kebersamaan kita.”

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.. Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya"
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?
 Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, mendoakanmu dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata: "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu dan ayah ingin kau lekas sembuh supaya bisa melihat tawa ceriamu kembali.

 Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... Ayah harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku dan merasa tak pantas untuk memelukmu? Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati...
Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya Nak".
Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah. Ayah pasti berusaha keras mencari jalan  untuk memenuhi semua kebutuhanmu bagimana pun caranya yang penting halal, agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.


Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi selamat & tepuk tangan untukmu. Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang...
 
Sampai saat seorang  lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya. Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin...
Karena Ayah tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti. Ketaatanmu yang pertama adalah pada pendampingmu itu, bukan lagi ayahmu.
Dan akhirnya.... Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan
bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah
pun tersenyum bahagia....


Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Ayah menangis karena sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa.... Dalam lirih doanya kepada, Ayah berkata: "Ya Allah amanah dari-MU telah kujaga dengan baik dan kini tugasku telah selesai, .... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang dewasa dan cantik.... Bimbinglah setiap langkahnya, tegurlah ia dikala khilaf, jadikanlah ia wanita shalehah dan bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih...
Dengan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Ayah telah menyelesaikan tugasnya....
 Terima Kasih Ayah...

Dari catatan seorang teman dengan revisi

Sabtu, 14 Januari 2012

RINTIK-RINTIK HUJAN



Rintik  hujan meramaikan kebisuan malam
Rintik hujan membawa kesejukkan dihati
Rintik hujan membawa kerinduan 


Rintik-rintik hujan
Titik......demi titik....
Membasahi bumi yang gersang dan
Membawa kedamaian dalam diri

Denting...titik demi titik
meramaikan kesunyian
Membuat jiwa terjaga dari lamunan panjangnya
Menyejukkan nurani dari kegersangan hati dan
Dari sepihnya suasana hati

titik-titik hujan menawarkan kerinduan dari setiap tetesannya
Titik yang menjadi rintik
Pelan, kemudian menderas….
Menghujam bumi dengan laju yang pasti

Kurindukan dalam alunan rintiknya yang damai
Tak membawa angkara
Tak jua resahkan jiwa

Kunantikan hujan yang kan hapus kesedihan
Meski dalam setiap tetesannya
Ia masih mencari-cari


Senin, 09 Januari 2012

program silsilah kel


#include <stdio.h>
#include <ctype.h>
#include <stdlib.h>
#include <string.h>
#include <conio.h>

struct Family *get_person(void);    /* Prototype for input function */
char related(struct Family *pmember1, struct Family *pmember2);
char set_ancestry(struct Family *pmember1, struct Family *pmember2);

struct Date  
{
  int day;

Minggu, 08 Januari 2012

Met Milad


Mengalir embun yang terjatuh, Seiring nada yang terjatuh
Bisikkan asa agar tak rapuh, Dengan apa yang kau sentuh
Ingatkha kamu sekian tahun yang lalu, Kau hadir dengan bantuan bundamu
Kini setelah sekian tahun usia mu, Kau hadir dengan kedewasaanmu
Dihiasi dengan kisah kasih cintamu, Dan diiringi sapa orang disekelilingmu
Dengan bertambahnya usia
Semoga kau lebih mengerti makna hidup dan kehidupan

Sekian tahun sudah kehadiranmu disini
begitu banyak kisah dan cerita 
suka dan duka yang telah kau lalui
semoga semua itu menjadi khan mu bertambah dewasa

  setiap perbuatanmu telah membentuk karakter pribadimu
dan setiap langkahmu telah membawamu mendekati atau menjauhi cita-citamu,
dan kelak..
dan saatnya nanti setiap tarikan nafasmu akan dimintai pertanggungjawaban
untuk menentukan tempatmu di alam yang abadi…
Selamat Ulang Tahun
Semoga langkah-langkahmu semakin matang
dan selalu membawamu ke arah yang lebih baik.

Untukku-untukmu dan tuk semuanya

Jumat, 06 Januari 2012

Sepih Hati


kala sepi menyayat hati
raga seolah-olah mati
semua yang ada seolah-olah hanya semu
tak ada yang bisa kulakukan

pikiran seolah-olah kosong
hanya bisa diam dan diam
menatap hampa kedepan
tersenyum dalam kepahitan
menagis dalam senyum

jiwa dan ragaku seolah-olah mati
menatap kedepan penuh kepalsuan
hanya bisa diam
saat yang lain tertawa riang

kala sepi menyayat hati
langka kaki rertati-tati
memijak jalan yang penuh duri
jalan yang kulalui begitu banyak rintangan
banyak duri yang kutemui
tapi ku coba tuk terus berjalan

jalan yang kulalui tak ku tau akhirnya
kupijak kaki ini tak tau kemana tujuanku
ku coba tuk raih mimpi yang ada didepanku
kecoba tuk meraihnya

kala sepi menyayat hati
kucoba tuk mengingat bai-bait perjalana hidupku
yang perna kulalui
kesepian hati yang kurasakan

debur ombak kehidupan yang kulalui
hantam karang keteguhan hati
mencoba tegarkan jiwa
dari cerita perjalanan yang penuh luka
ku akui begitu banyak rintangan
yang datang dan pergi
yang membuat aku kadang lemah

tapi tak satupun yang mampu
menyemaikan segala rasa dikalbu
yang telah gersang dan mengering
walau bibir selalu tersenyum
tapi hati menangis pilu
dihimpit dilema yang membelenggu

jangan berharap……..
karena tak pantas untuk diharap
biarlah semua berjalan
mengikuti alur roda kehidupan
biarlah semua berlalu mengikuti
kehendak yang MAHA TAHU


Senin, 02 Januari 2012

LAJU SANG WAKTU WAKTU

ketika laju sang waktu tak dapat ditahan
hari hari terus berganti...minggu...bulan dan tahun
detik demi detik mengalir menjadi menit
dan sang waktupun berganti
tak terasa semua telah banyak berlalu
kisah dan cerita
suka dan duka yang silih berganti
yang selalu mewarnai perjalanan hidupku