Seperti Air Yang Mengalir Seperti itulah HARAPAN ku

Seperti Air Yang Mengalir Seperti Itulah Harapanku

Sabtu, 04 Juni 2011

keadaab GURU indonesia pada zaman dahulu sampai sekarang


1.     Peran guru pada era penjajahan
Jawaban:
Lagu himne guru menunjukkan betapa pentingnya keberadaan seorang guru bagi kehidupan seorang manusia dalam mengenal dunia. Tanpa guru, tidak akan muncul generasi pintar yang akan membangun bumi ini. Semua orang pasti mengakui jasa seorang guru bagi dirinya walau hanya di dalam hati, tetapi mereka hanya mengakui dengan tanpa upaya memberikan suatu penghargaan yang lebih dibanding kepada profesi lain.
Pada jaman penjajahan Belanda, status profesi guru memang sangat tinggi. Guru dipandang sebagai pemimpin masyarakat yang disegani dan mempunyai status ekonomi yang relatif tinggi. Dalam buku Siti Sahara, Wanita Guru Pertama dari Mandailing, dalam Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ditulis, pada tahun 1920-an misalnya, Ibu Guru Siti Sahara mempunyai gaji sebesar 40 gulden sebagai guru Kepala Sekolah Wanita di Bireum. Suatu jumlah yang amat besar waktu itu, mengingat ungkapan pada masa kolonial mengatakan bahwa seorang inlander cukup hidup dengan segobang (2,5) sen sehari.
Pada zaman penjajahan jumlah guru sangantlah sedikit atau terbatas  , karena   bangsa Indonesia dilarang menuntut ilmu oleh para penjajah guru. adalah sosok manusia yang patut digugu dan ditiru. Digugu dalam arti segala ucapannya dapat dipercayai. Ditiru berarti segala tingkah lakunya harus dapat menjadi contoh atau teladan bagi masyarakat.
Pada zaman penjajahan orang yang menjadi guru adalah benar-benar dari panggilan jiwa karena ingin mencerdaskan anak bangsa dan ingin memerdekaan bangsa sehingga banyak guru-guru yang ditangkap bahkan ada guru yang dibunuh apabial menantang kebijakan pemerintah pada saat itu.

2.    Peran guru pada era kemerdekaan
Jawaban :
Pada masa kemerdekaan, Guru mempunyai peran penting dalam menata ke­hi­­dupan masyarakat. Karena pada zaman ke­­merdekaan, peran guru cukup besar menggerakkan se­­mangat kemerdekaan kepada pa­ra pelajar Indonesia. Mereka mam­pu membangkitkan semangat dan menjaga moral generasi muda Indonesia dengan baik.
Disadari atau tidak, guru telah menyumbangkan peran yang begitu besar dalam membangun bangsa ini. Pernahkah terlintas dalam benak kita siapakah guru dari Soekarno? Siapa pula guru yang telah berhasil melahirkan tokoh-tokoh seperti Muhammad Hatta, Buya Hamka, Muhammad Natsir dan lain sebagainya? Mungkin banyak diantara kita yang tidak mengetahuinya. Sejarah lah yang hanya bisa menjawabnya. Tentunya mereka adalah guru-guru yang luar biasa. Mereka mendidik dengan cinta karena cinta adalah energi terbesar yang bisa mengubah segalanya. Mereka mengajar dengan keikhlasan karena hanya dengan keikhlasan lah pekerjaan yang berat sekalipun akan terasa ringan. Tokoh besar hanya lahir di tangan guru yang besar. Sebaliknya, guru yang biasa-biasa saja juga akan melahirkan anak didik yang biasa-biasa saja.
Pada masa itu banyak orang-orang dari negara –negara luar seperti malasyia yang sekolah dan menuntut ilmu diindonesi karena pada saat itu guru-guru dinegara indonesia pintar-pintar tapi sayang sekarang semuanya sudah berubah karena orang indonesia yang mencari ilmu dinegara orang. Karena sekarang mutu pendididkan diindonesia sangat memperihatinkan

3.    Peran guru pada era  perkembangan
Jawaban :
Menjadi guru sejatinya adalah menjalankan peran yang sangat mulia. Mulia karena ditangan seorang guru lah akan lahir generasi-generasi penerus bangsa. Di tangannya pula lah akan muncul tokoh-tokoh atau kaum intelektual. Maka sudah sepatutnya seorang guru bersyukur dengan karunia yang luar biasa ini. Pemerintah pun telah meningkatkan kesejahteraan para guru dengan menaikkan gaji mereka. Bagi yang berstatus PNS, ada gaji pokok ditambah tunjangan daerah. Besarnya gaji tergantung golongan mereka. Besarnya tunjangan juga tergantung dari besarnya anggaran yang disediakan oleh daerah masing-masing. Bagi guru-guru yang sudah mendapatkan sertifikasi, total penghasilan mereka dalam satu bulan bisa mencapai 4-5 juta. Tentu gaji yang bisa dibilang sudah mencukupi. Dengan gaji sekian, rasanya tak perlu lagi khawatir memikirkan biaya hidup. Makanya tak heran hari ini orang-orang berlomba-lomba untuk menjadi guru. Dimana-mana peminat profesi ini terus mengalami peningkatan karena kebutuhan terhadap guru juga meningkat.
Adanya perhatian serius dari pemerintah hendaknya menjadi penyulut semangat bagi pahlawan tanpa tanda jasa ini agar terus meningkatkan kualitasnya dari waktu ke waktu. Tidak sekedar menjalankan tugas, namun harus memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan di tanah air. Tidak sekedar masuk ke kelas dan memberikan pelajaran kepada murid-muridnya. Tidak juga sekedar melaksanakan tanggung jawab. Namun lebih dari itu yakninya menjadi guru yang kreatif, berwawasan, professional, bermoral,  kompeten dan pendorong perubahan.
a.      Kreatif disini artinya bahwa seorang guru harus punya terobosan-terobosan baru dalam mengajar atau punya ide-ide cemerlang sehingga murid-muridnya bersemangat dan tidak bosan. Guru yang kreatif adalah guru yang pintar dalam mencari peluang atau solusi dari setiap kendala yang dihadapinya ketika mengajar. Contoh sederhana adalah seorang guru membuat alat peraga melalui tangannya sendiri dengan memanfaatkan barang-barang bekas, karena alat-alat peraga tidak mesti harus selalu dibeli. Guru yang kreatif sangat pintar dalam menghangatkan suasana di kelas sehingga murid-murid menyenanginya.
b.       Guru yang berwawasan. Artinya seorang guru dituntut agar memiliki wawasan yang cukup karena dia seorang pendidik dan pengajar. Jika seorang guru tidak memiliki wawasan yang mumpuni maka bukan guru yang sejati namanya. Jangan sampai wawasan seorang guru lebih sedikit dibandingkan murid-muridnya. Apa kata dunia jika ada guru yang seperti ini. Oleh karena itu seorang guru harus rajin membaca untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya.
c.       Guru yang professional. Profesional artinya seorang guru harus punya kode etik keprofesian. Ia harus meletakkan sesuatu pada tempatnya. Ketika sedang di sekolah maka dia harus menempatkan dirinya sebagai seorang guru. Permasalahan dalam rumah tangganya tidak boleh dibawa ke sekolah. Selain itu guru yang professional adalah guru yang siap menerima kritikan dan saran yang dari orang lain meski pahit sekalipun. Guru yang professional adalah guru yang punya etos kerja tinggi, disiplin,dan bertanggung jawab
d.     Guru yang bermoral. Artinya adalah bahwa seorang guru harus punya akhlak yang baik ketika mengajar sehingga diharapkan dia bisa pula menanamkan nilai-nilai dan norma dalam kehidupan kepada murid-muridnya. Inilah yang paling penting sebab kecerdasan saja tidak cukup. Apa jadinya jika seorang murid pintar tapi akhlaknya buruk.   Lebih menyedihkan lagi jika seorang guru mencontohkan prilaku yang tidak baik kepada murid-muridnya. Maka seorang guru haruslah punya sikap yang mencerminkan jati diri seorang pendidik
e.      Guru yang kompeten. Artinya seorang guru harus punya daya saing. Ia harus punya kelebihan dari guru-guru yang lainnya. Ia juga harus melek dengan perkembangan IPTEK sehingga tidak dianggap kolot atau ketinggalan jaman. Guru yang kompeten harus mampu mentransfer ilmu yang dimilikinya kepada murid-muridnya, mengembangkan potensi mereka dan terus mendorong mereka untuk maju
f.        Guru yang mendorong perubahan. Artinya seorang guru harus punya semangat yang tinggi untuk terus memperbaiki dirinya dari waktu ke waktu. Ia juga harus sadar dengan kekurangan yang dimiliki dan berusaha untuk terus mengembangkan kemampuannya. Ia pun harus mengenali kelemahan murid-muridnya dan berusaha merubah prilaku mereka kearah yang positif.
Kesimpulan :
Kualitas guru di setiap jaman harus bagus karena guru adalah seorang pendidik dan pengajar siswa-siswa dikelas kalau tidak bagus ya tidak akan terseleksi jadi guru. Karena didikan gurulah seseorang bisa jadi presiden, menteri, dokter dll.
Profesi guru yang dulu merupakan profesi yang paling bergengsi dan menjadi dambaan bagi generasi muda pada zaman leluhur kita, kini menjadi profesi yang kurang diminati dan dihargai dibanding dengan profesi lainnya. Orang tua akan sangat bangga jika anaknya menjadi seorang dokter, insinyur, tentara, polisi, atau profesi lainnya dibanding menjadi seorang guru.
seorang guru mesti merespon beragam kebutuhan anak didik yang berubah, perkembangan teknologi yang demikian cepat merambah dan mengisi dalam dunia kerja, atau tuntutan meraih keunggulan dari masyarakat saat ini, serta perubahan konstruksi sosial di dalam masyarakat dan ledakan globalisasi yang menggurita.
Kalau dari segi kualitas sepertinya menurun tetapi dari segi kuantitas sudah pasti bertambah. Kalo dulu guru adalah panggilan hati tetapi sekarang kebanyakan guru adalah sumber mata pencaharian.
Masih rendahnya tingkat profesionalisme guru saat ini disebabkan oleh faktor-faktor yang berasal dari internal guru itu sendiri dan faktor lainnya yang berasal dari luar. Faktor-faktor tersebut antara lain: Penghasilan yang diperoleh guru belum mampu memenuhi kebutuhan hidup harian keluarga secara mencukupi. Oleh karena itu, upaya untuk menambah pengetahuan dan informasi menjadi terhambat karena dana untuk membeli buku, berlangganan koran, internet, tidak tersedia. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan dapur harus juga melakukan kerja sampingan lainnya.

PRILAKU PEMBODOHAN SISWA DI SEKOLAH

 
  1. Identifikasi bentuk-brntuk prilaku yang tidak mendidik
Jawaban :
a.       Manipulasi Nilai
Bukan mennjadi menjadi rahasia umum berita tentang guru yang melakukan manipulasi nilai ujian siswa. Ada yang melakukannya atas dasar kasihan,takanan dari kepala sekolah, kedekatan  dengan siswa bahkan ada yang melakukannya karena mendapat sogokan baik dari orang tua siswa maupun siswa itu sendiri. Manipulasi nilai juga sering terjadi karena budaya kasihan dikalangan guru.
b.      Guru Tidak Percaya Diri
Karena ketidak percayaan guru pada diri sendiri maka akan berdampak pada pengacarannya, Guru tersebut akan merasa tidak tenang apabila pelajaran yang diajarkan tidak bisa dicerna atau dimengerti oleh anak didiknya. Dan yang lebih para lagi adalah guru tersebut akan membantu siswa tersebut dalam mengerjakan soal-soal ujian tersebut karena guru tersebut takut bila banyak siswa yang tidak lulus dimata pelajarannya, dimarahin oleh kepala sekolah atau rekan-rekan gurunya, takut dicap segabai guru yang tidak becus dalam mengajar, dan tanpa disadari guru tersebut secara tidak langsung telah membodohkan siswa menjadi lebih bodoh.
c.       Gaya Belajar Yang Membodohkan Siswa
Karena kurangnya kepedulian dan keprofesionalnya guru dalam mengajar sehingga secara tidak langsung guru telah melakukan pembodohan kepada siswa. Seorang guru haruslah dapat menyesuaikan gaya mengajarnya dengan gaya belajar siswa dan bukan sebaliknya siswa yang mengikuti gaya belajar guru.
Kebanyakkan guru hanya memberikan materi semaunya tanpa mempedulikan apakah siswanya mengerti atau tidak, kadang hanya disuru mengerjakan soal-soal dibuku-buku paket atau LKS tanpa terlebih dahulu menjelaskannya.

d.      Soal Ujian Sama Persis Dengan Tahun Sebelumnya
Setiap ujian kebanyakan soal-soal ujiannya sama dengan tahun-tahun kemaren, itu terjadi karena guru menganggap  bahwa apa yang dilakukan dapat memudakan siswa dalam mengerjakan soal-soal sehingga dengan mudah mendapatkan nilai yang bagus, ta[pi tanpa disadari bahwa cara tersebut dapat membuat siswa malas untuk belajar karena siswa tersebut hanya akan membca soal-soal atau bahkan menghafalkannya.Hal tersebut terjadi karena guru tersebut malas untuk membuat soa-soal baru yang dapat membuat siswa untuk belajar.
e.       Hukuman yang tidak Mendidik
Hukum yang mendidik adalah hukum yang tidak membuat siswa menjadih lebih bodoh. Hukum yang mendidik misalnya, berdiri didepan kelas karena terlambat masuk kelas (dengan berdiri didepan kelas siswa tersebut masih diberi kesempatan untuk mengikuti pelajara tersebut), mengerjakan soal-soal pelejaran tersebut diperpustakaan atau menyuruh siswa membuat karya tulis yang sesuai dengan pelajaran tersebut dengan demikian  siswa tidak akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pelajaran.
Tapi pada kenyataannya  kebanyakan  guru memberikan hukuman yang dapaty membodohkan siswa misalnya, apabila terlambat murid disuruh pulang, lari keliling lapangan, bersih kamar mandi (padahal kita tau bahwa itu adalah tugas penjaga sekolah), bahkan ada guru yang memukul murid apabilah tidak mengerjakan tugas.
d. Guru yang tidak ideal
Dahulu guru merupakan orang yang sangat dipatuhi dan dijadikan suri tauladan bagi setiap orang karena pekerjaan Guru merupakan suatu perkerjaan yang sangat mulia yakni tanpa pamri yang benar-benar dari panggilan jiwa sehingga Ia dapat menciptakan putra-putri bangsa yang dapat dibanggakan,itu adalah guru yang ideal, tapi itu dahulu dan sekarang Menjadi guru yang ideal ??? Tidaklah muda apalagi dizaman sekarang dimana setiap orang dituntut untuk lebih kuat bersaing dalam mempertahankanhidup yang telah merenggut jiwa tulus seseorang dalam pengabdian, sehingga jarng sekali ditemukan guru yang benar-benar ideal , karena dengan perubahan zaman telah menyebabkan perubahan pola pikir manusia untuk lebih materialis.
  1. Cari tahu bentuk-brntuk yang lain sejauh yang anda ketahui
Jawaban :
a.       Kurang pengetahuan
Dengan berkurangnya pengetahuan seorang guru terhadap fenomena-fenomena yang muncul dikalangan siswa menyebabkan guru tidak dapatmengantisipasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi dunia pendidikkan akibatnya mereka kehilanga gambaran peta pendidikkan 
b.      Hanya asal mengajar
Ada guru yang hanya asal-asalan memberikan materi kepada siswa, karena dia beranggapan bahwa “saya guru saya hanya mengajar dan anda murid terserah anda mau mendengarkan atau tidak yang penting tiap bulan saya dapat gaji” jadi semua itu dia kembalikan kepada muridnya masing-masing. Itu adalah suatu sikap yang tidak boleh di contohkan, seandainya semua guru perpikiran sama seperti itu mau dibawah kemanakah pendidikkan kita ini???
c.       Bersikap Emosional
Ada guru yang bersikap semena–mena semaunya dia, kadang dia memukul anak-anak muridnya tanpa alasan yang jelas.
d.      Kurang disiplin
Disetiap sekolah-sekolah pasti selalu diterapkan kedisiplinan. Masuk tepat waktu, HP harus dimatikan pada saat pelajaran dimilai, dilarang ngobrol sendiri, berpakaian  harus rapi dan lain-lain. Peraturan itu berrlaku untuk siapa saja baik muris maupun guru tapi pada kenyataannya banyak guru yang tidak disiplin, masuk kelas telat, sms-an atau menerimah telepon pada saat sedang mulai pelajran dan kadang ada guru yang kesekolah pakai jelana jins. Guru saja seperti  itu bagaimana dengan siswanya . seperti kata pepatah “guru kencing berdiri murid kencing berlari “itulah realita.
e.       Menerapkan sistem ekonomi
Karena hanya ingin sekolahnya dibilang bagus atau terkenal dimata masyarakat maka seorang guru membelikan soal-soal dari agen penjual soal untuk membeli soal-soal tersebut untuk sekolahnya.Ternyata diskolahpun guru-guru kebanyakan mengambil keuntungan dari muri-murisnya, misalnya menjualkan soal ujian dan kunci jawaban pada siswa dengan harga yang terjangkau sehingga dengan muda mereka membelinya dan pada saat mengerjakan ujian nilainya bisa bagus bahkan sekolah mereka dibilang bagus alias lulus 100%. Kesadaran guru akhir-akhir ini sangtalah berkurang atas profesinya.
f.       Pilih Kasih
Tidak hanya mengmbil keuntungan dari murid, orang tua-pun dijaikan kawan buar guru dalam artian bahwa apabila orang tua menginginkan anaknya mendapat nilai yang bagus maka ia akan bertemu dengna atasannya dan memebrikan beberapa lembaran uang dengan syarat anaknya mendapat nilai yang bagus dan akhirnya anakorang kaya didahulihkan dan yang miskin dibelakangkan, itulah kenyataannya.
g.      Tidak bisa menjadi contoh atau tauladan
Guru yang profesional adalah guru yang siap untuk memberikan bimbingan nurani dan akhlak yang tinggi kepada muridnya. Karena pendidikan dana bimbingan yang diberikan bersumber dari ketulusan hati, maka guru benar-benar siap sebagai spiritual fatner bagi muridnya.
Guru sebagai teladan bagi murid-muridnya harus memiliki sikap dan kepribadian utuh yang dapat dijadikan tokoh panutan idola dalam seluruh segi kehidupannya. Karenanya guru harus selalu berusaha memilih dan melakukan perbuatan yang positif agar dapat mengangkat citra baik dan kewibawaannya, terutama di depan murid-muridnya. Disamping itu guru juga harus mengimplementasikan nilai-nilai tinggi terutama yang diambilkan dari ajaran agama, misalnya jujur dalam perbuatan dan perkataan, tidak munafik. Sekali saja guru didapati berbohong, apalagi langsung kepada muridnya, niscaya hal tersebut akan menghancurkan nama baik dan kewibawaan sang guru, yang pada gilirannya akan berakibat fatal dalam melanjutkan tugas proses belajar mengajar.
Tapi pada kenyataannya sangat bertolak belakang karena kebanyakan guru tidak bisa dijadikan suri tauladan, contoh beberapa sikap yang tidak terpiju dari seorang guru yang akhir-akhir ini sering terjadi diantaranya adalah ,banyak guru yang bolos pada saat jam pelajaran atau jam kantor, tidak menggunakan waktu secara maksimal ( pada saat jam istirahat bukannya menyelesaikan tugas sekolah mala ngerumpi atau arisan),

3.      Mengapa hal itu bisa terjadi ? lakukan penelusuran histori dan kultural sistem pendidikan kita !
Jawaban :
v  Mengapa hal itu dapat terjadi??
a.       Manipulasi Nilai
Ada beberapa faktor kenapa guru melakukan manipulasi nilai, diantaranya adalah
·         Ingin dipuji oleh rekan kerjanya dan masyarakat lain (wah gurunya pintar)
·         Pencitraan sekolah (agar banyak siswa yang sekolah disitu)
·         Meningkatkan akreditasi atau terlihat baik dimata umum
·         Ingin menjadi sekolah favorit
b.      Guru tidak percaya diri
Beberapa faktor penyebabnya adalah
·         Tidak menguasai materi pelajaran
·         Wawasan yang tidak luas sehingga takut pada kegagalan murid-muridnya
c.       Gaya belajar yang membodohkan siswa
karena guru menjadi guru adalah ikut-ikutan alias bukan merupakan panggilan dari jiwa maka guru tersebut akan dengan asal-asalan dalam menyampaikan materi tanpa mengetahui perkembangan pendidikkan diluar.
Karena cara belajar yang kurang menarik maka kebanyakkan murid merasa mengantuk dan enggan untuk bertanya atau bahkan tidak mau mengeluarkan pendapat maupun bertanya sehingga mereka hanya duduk diam
Guru yang dinilai kasar oleh murid dapat menyebabkan kebodohan karena mereka takut bertanya pada saat pelajaran srdang berlangsung
d.      Hukuman yang tidak mendidik
Beberapa faktor penyebabnya diantaranya adalah
·         Siswa tersebut tidak bisa mengerjakan soal-soal yang diberikan
·         Siswa tersebut nakal
e.       Soal ujian sama persis dengan tahun kemaren
Penyebabnya adalah :
·         guru tersebut malas untuk membaca (kalau ia membaca berarti dia akan menyusun soal-soal baru)
·          ingin mendapat pujian darirekan-rekan kerjanya (wah ternyata mereka paham dengan caea mengajarmu)
f.       Guru tidak ideal
·         Menjadi guru hanya karena tidak ada pekerjaan yang lain (pilihan terakhir sehingga ia tidak tahu tugas-tugas utama guru)
·         Tidak menguasahi materi
·         Kurang trampil
·         Kurang strategi
·         Tidak banyak cara
·         Tidak mengikuti perkembangan zaman (setiap saat pastia ada hal-hal baru dalam pendidikkan)
v  Penelusuran historis
·         Guru adalah orang yang baik yaitu yang bermartabat, ahli hukum, ahli ibadah, dan tau malu, ahli berpuaasa, orang yang tidak mengedepankan kepentingan dunia dan tidak mengharapkan pemberian orang lain. (leluhur jawa)
Pada zaman penjajahan jumlah guru sangantlah sedikit atau terbatas, karena   bangsa Indonesia dilarang menuntut ilmu oleh para penjajah guru. Guru pada jaman tersebut adalah  sosok manusia yang patut digugu dan ditiru. Digugu dalam arti segala ucapannya dapat dipercayai. Ditiru berarti segala tingkah lakunya harus dapat menjadi contoh atau teladan bagi masyarakat selain itu guru juga disegani.
·         Sedangkan pada jaman sekarang ini, orang-orang berlomba menjadi guru Kondisi pendidikan dinegara indonesia saat ini sangat memperihatinkan, karena bagi mereka Pekerjaan sebagai seorang guru saat ini bukanlah berasal dari panggilan jiwa tapi hanya sebagai tuntutan pekerjaan, sehingga guru-guru saat ini hanya asa-asalan dalam mengajar dan karena tuntutan zaman dimana masing-masing dari mereka harus mementingkan kehipupan diri sendiri.jadi kebanyakan tugas sebagai guru diabaikan.
v  Kultural pendidikkan kita
Pendidikan di Indonesia pada umumnya sudah hilang dari nilai-nilai luhur karena dunia pendidikan di Indonesia dinilai belum mendorong pembangunan karakter bangsa. Hal ini disebabkan karena ukuran-ukuran dalam pendidikan tidak dikembalikan pada karakter peserta didik, tapi dikembalikan pada pasar. “Pendidikan nasional belum mampu mencerahkan bangsa ini. Pendidikan kita kehilangan nilai-nilai luhur kemanusiaan. Padahal, pendidikan seharusnya memberikan pencerahan nilai-nilai luhur itu.”
  1. Berikan pemikiran kritis, solusi yang anda tawarkan ??
Jawaban :
Kepribadian seorang guru adalah sangat penting, seorang guru memiliki sikap yang dapat mempribadi sehingga dapat dibedakan ia dengan guru yang lain.
Kepribadian mencakup semua unsur, baik fisik maupun psikis, sehingga dapat diketahui bahwa setiap tindakan dan tingkah laku seseorang merupakan cerminan dari kepribadian seseorang, selama hal tersebut dilakukan dengan penuh kesadaran. Setiap perkataan, tindakan, dan tingkah laku positif akan meningkatkan citra diri dan kepribadian seseorang. Begitu naik kepribadian seseorang maka akan naik pula wibawa orang tersebut.
·         Menyadari bahwa guru adalah pekerjaan yang sangat mulia dimata masyarakat (karena guru merupakan contoh bagi masyarakat)
·         Berusaha memahami profesinya bahwa berorientasi langsung dengan Tuhan YME
·         Mengajarkan ilmu sesuai dengan keterampilannya atau sesuai dengan bidangnya masing-masing
·         Mensyukuri setiap nikmat yang diberikan oleh-NYA
·         Mendidik masyarakat tidak hanya dengan ilmu dunia tetapi juga dengan ilmu agama, seperti akhlaq, moral, etika
·         Mendidik dengan penuh rasa tanggung jawab dan keikhlasan
·         Berusaha memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada dalam diri sehingga dapat menjadi pribadi yang lebih baik
·         Harus memiliki banyak pengalaman

  1. Apa ide anda sebagai guru masa depan??
Jawaban :
Guru masa depan adalah guru yang memiliki kemampuan, dan ketrampilan bagaimana dapat menciptakan hasil pembelajaran secara optimal, selanjutnya memiliki kepekaan di dalam membaca tanda-tanda zaman, serta memiliki wawasan intelektual dan berpikiran maju, tidak pernah merasa puas dengan ilmu yang ada padanya.
Bagaimana sebenarnya guru masa depan seperti yang diidamkan oleh banyak pihak, diantaranya adalah:
1.      Planner, artinya guru memiliki program kerja pribadi yang jelas, program kerja tersebut tidak hanya berupa program rutin, misalnya menyiapkan seperangkat dokumen pembelajaran seperti Program Semester, Satuan Pelajaran, LKS, dan sebagainya. Akan tetapi guru harus merencanakan bagaimana setiap pembelajaran yang dilakukan berhasil maksimal, dan tentunya apa dan bagaimana rencana yang dilakukan, dan sudah terprogram secara baik;
2.      Inovator, artinya memiliki kemauan untuk melakukan pembaharuan dan pembaharuan dimaksud berkenaan dengan pola pembelajaran, termasuk di dalamnya metode mengajar, media pembelajaran, system dan alat evaluasi, serta nurturant effect lainnya. Secara individu maupun bersama-sama mampu untuk merubah pola lama, yang selama ini tidak memberikan hasil maksimal, dengan merubah kepada pola baru pembelajaran, maka akan berdampak kepada hasil yang lebih maksimal;
3.      Motivator, artinya guru masa depan mampu memiliki motivasi untuk terus belajar dan belajar, dan tentunya juga akan memberikan motivasi kepada anak didik untuk belajar dan terus belajar sebagaimana dicontohkan oleh gurunya;
4.      Capable personal, maksudnya guru diharapkan memiliki pengetahuan, kecakapan dan ketrampilan serta sikap yang lebih mantap dan memadai sehinga mampu mengola proses pembelajaran secara efektif;
5.      Developer, artinya guru mau untuk terus mengembangkan diri, dan tentunya mau pula menularkan kemampuan dan keterampilan kepada anak didiknya dan untuk semua orang. Guru masa depan haus akan menimba ketrampilan, dan bersikap peka terhadap perkembangan IPTEKS, misalnya mampu dan terampil mendayagunakan computer, internet, dan berbagai model pembelajaran multi media.
. Jadi, guru masa depan adalah guru bertindak sebagai fasilitator; pelindung; pembimbing dan punya figur yang baik (disiplin, loyal, bertanggung jawab, kreatif, melayani sesuai dengan visi, misi yang diinginkan sekolah); termotivasi menyediakan pengalaman belajar bermakna untuk mengalami perubahan belajar berdasarkan keterampilan yang dimiliki siswa dengan berfokus menjadikan kelas yang konduktif secara intelektual fisik dan sosial untuk belajar; menguasai materi, kelas, dan teknologi; punya sikap berciri khas “The Habits for Highly Effective People” dan “Quantum Teaching” serta pendekatan humanis terhadap siswa; Guru menguasai komputer, bahasa, dan psikologi mengajar untuk diterapkan di kelas secara proporsional. Diberlakukan skema rewards dan penegakan disiplin yang humanis terhadap guru dan karyawan
Oleh sebab itu, untuk menjadi guru masa depan diperlukan kualifikasi khusus, dan barangkali tidak akan terlepas dari relung hati dan sanubarinya, bahwa mereka memilih profesi guru sebagai pilihan utama dan pertama. Weternik memberikan dengan istilah rouping atau “pangilan hati nurani” Rouping inilah yang merupakan dasar bagi seseorang guru untuk menyebutkan dirinya sebagai “GURU MASA DEPAN”. Semoga.
KESIMPULAN
Guru merupakan profesi/jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang kependidikan dan tuga benar-benar menyadari tugasnya sebagai seorang guru diantaranya adalah mendidik, mengajar, mengevalusi, melatih,
Selain itu juga harus memiliki keterampilan dasar pembelajaran, kualifikasi keilmuannya juga optimal, performance di dalam kelas maupun luar kelas tidak diragukan. Tentunya sebagai guru masa depan bangga dengan profesinya, dan akan tetap setia menjunjung tinggi kode etik profesinya.
Guru masa depan juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan kemampuan para siswanya melalui pemahaman, keaktifan, pembelajaran sesuai kemajuan zaman dengan mengembangkan keterampilan hidup agar siswa memiliki sikap kemandirian, perilaku adaptif, koperatif, kompetitif dalam menghadapi tantangan, tuntutan kehidupan sehari-hari. Secara efektif menunjukkan motivasi, percaya diri serta mampu mandiri dan dapat bekerja sama. Selain itu guru masa depan juga dapat menumbuhkembangkan sikap, disiplin, bertanggung jawab, memiliki etika moral, dan memiliki sikap kepedulian yang tinggi, dan memupuk kemampuan otodidak anak didik, memberikan reward ataupun apresiasi terhadap siswa agar mereka bangga akan sekolahnya dan terdidik juga untuk mau menghargai orang lain baik pendapat maupun prestasinya. Kerendahan hati juga perlu dipupuk agar tidak terlalu overmotivated sehingga menjadi congkak. Diberikan pelatihan berpikir kritis dan strategi belajar dengan manajemen waktu yang sesuai serta pelatihan cara mengendalikan emosi agar IQ, EQ dan ke dewasaan sosial siswa berimbang.













KENANGAN

Indahnya sang mentari
terlalu singkat tuk dilihat
Indahnya sang purnama
Terlalu singkat tuk bertemu
Tetapi sahabatku...
bukanlah waktu yang singkat
Tuk kita saling memberi kisah da kenangan
Sahabatku......
kisah itu takan perna hilang
 tetapi akan selalu ada dan akan selalu terkenang
sahabatku.....kenangan itu
bukan untuk dibaca tapi untuk dikenang
Sahabtu.....
kenangan itu takan perna hilang
Seorang sahabatpun takan perna hilang
Dan takan perna terasa jauh
jika hati ini telah bersatu
dan kenangan itu takan perna hilang
dari memori kita
karena semua kenangan itu
hanya terjadi sekali dalam hidup kita
sahabatku......


Sabtu, 21 Mei 2011

JADILAH PEJUANG DAKWAH

Jadilah pejuang dakwah, tidak sekedar penikmat dakwah atau pendukung dakwah. Jadilah seorang muslim mujahid (muslim pejuang), bukan muslim qa’id (muslim yang duduk). Tidaklah sama seseorang yang berjihad di jalan Allah dengan orang-orang yang hanya duduk tidak berbuat sesuatu untuk agama Allah.
Jadilah pejuang dakwah, tidak sekedar penikmat dakwah yang hanya mengambil keuntungan dari dakwah atau hanya menikmati sendiri tarbiyah yang didapatkan. Kita perlu evaluasi diri, apakah yang sudah kita berikan untuk dakwah? Apakah selama ini kita sekedar numpang nikmat hidup di bawah naungan tarbiyah, numpang keren bersama ikhwan dan akhwat fillah, numpang beken dan populer di jalan dakwah atau numpang aman cari prestise dan posisi di dalamnya?
Jadilah pejuang dakwah, tidak sekedar menjadi pendukung dakwah. Tidak sekedar memberi dukungan atau sepakat dengan dakwah tetapi ikut memperjuangkannnya. Jadilah pejuang dakwah seperti halnya para sahabat yang ruhul istijabah, bersegera menyambut panggilan dakwah. Seperti halnya Miqdad bin ‘Amr ketika menjelang perang Badar beliau mengatakan: “Wahai Rasulullah, laksanakanlah apa yang telah diberitahukan Allah kepadamu, kami tetap bersamamu. Demi Allah kami tidak akan mengatakan kepadamu seperti apa yang dikatakan Bani Israel kepada Nabi Musa, yaitu “Pergilah kamu bersama Rabbmu dan berperanglah, kami tetap duduk disini”. Tetapi yang kami katakan kepadamu adalah: “Pergilah kamu bersama Rabbmu dan berperanglah, kami ikut berperang bersamu.” Demi Allah yang mengutusmu membawa kebenaran, seandainya kamu mengajak kami ke Barkul Ghimad(suatu tempat di Yaman), pasti kami tetap mengikutimu sampai disana.”
Jadilah pejuang dakwah yang selalu siap ditempatkan dimana saja, yang taat dan siap menerima amanah seperti halnya Hudzaifah yang taat ketika mendapatkan amanah untuk menyusup ke barisan musuh padahal kondisi saat itu (perang Ahzab) cuaca sangat dingin dan tentunya nyawa menjadi taruhannya jika sampai ketahuan.
Jadilah pejuang dakwah yang jiddiyah (bersungguh-sungguh) dan profesional dalam melaksanakan amanah, tidak menjadikannya beban tapi justru menjadikannya sebagai ladang amal. Dengan memiliki amanah, seseorang akan senantiasa berada bersama orang-orang shalih yang akan saling mengingatkan, berada dalam suasana ukhuwah yang indah meski banyak ujian yang dihadapi dan akan terpacu untuk selalu meningkatkan kualitas diri. Dengan memiliki amanah kita bisa lebih mampu memanaj aktifitas kita. Dan ketika kita dihadapkan dengan berbagai kepentingan, maka kita bisa bersikap tajarud, memurnikan pola pikir kita dari berbagai prinsip, nilai dan pengaruh individu. Tidak meninggalkan segala-galanya demi dakwah tetapi membawa semua yang kita punya bersama dakwah. Menjadikan cinta kepada Allah, Rasul dan jihad di jalan-Nya sebagai cinta tertinggi kita.
Mengutip tulisan di buku “Quantum Tarbiyah”, janganlah kita menjadi kader manja. Kader yang tidak siap memikul beban, padahal tantangan dakwah semakin berat. Apalagi kebatilan terus melakukan konsolidasi dengan cepat, rapat dan akurat. Jangan menjadi kader manja yang serba tidak siap, serba tidak bisa disuruh apa saja, pokoknya nggak bisa dan nggak mau, titik! Manja, karena ilmunya disayangi sendiri, tidak diwariskan pada anak isteri maupun mutarobbi. Manja, nggak segera membina untuk mewariskan ilmunya. Manja karena kalau diberi amanah tidak profesional. Bila disuruh membina malah “membinasakan”. Ketika binaan datang dia nggak datang, kalau dia datang binaan nggak nongol (kayak Tom and Jerry aja katanya he..he..).
Seorang da’i harusnya bisa menjadi teladan, rela berkorban dan banyak memberikan stok kebaikan kepada mad’unya. Untuk bisa menyentuh hati mad’unya, mengajaknya dalam kebaikan maka seorang da’i harus bersabar, telaten dalam ‘ngemong’ mad’unya, jangan sampai lebih sering absen daripada mad’unya, lama kelamaan bisa bubar dech.
Hidup ini pilihan, perjuangan dan pertanggungjawaban. Kita sendiri yang menentukan setiap pilihan. Kita sendiri juga yang menentukan prioritas kepentingan kita. Bukan kita yang diatur oleh waktu dan pekerjaan kita, tetapi kitalah yang mengatur waktu dan pekerjaan kita. Kita tidak akan punya waktu jika kita tidak berusaha menyempatkannya. Tidak ada alasan pula bagi seorang aktifis dakwah untuk tidak mau membina dengan alasan sibuk. Tidak ada alasan pula bagi seorang aktifis dakwah untuk menyepelekan tarbiyah dengan tidak hadir dalam halaqah karena alasan sibuk, entah sibuk dengan pekerjaan, keluarga ataupun dakwah. Memang tarbiyah bukan segala-galanya, tapi segala-galanya bisa bermula dari tarbiyah.
Wallahu a’lam bishowab

Rabu, 18 Mei 2011

Aku Bukan Mereka




Aku memang tidak seperti Siti Khadijah

yang berkepribadian kuat yang begitu sabar dalam mendampingi Rasulullah berdakwah serta selalu menjadi selimut di setiap kegelisahan suaminya..

Aku tidak seperti SIti Aisyah

yang begitu cerdas, sopan tutur katanya, lembut perilakunya,dan begitu taat kepada suaminya..

Aku tidak seperti Fatimah

yang anggun dan dapat dengan sabar menjaga hatinya hingga disatukan dalam ikatan pernikahan..

Aku tidak seperti Asiah, Istri Fir'aun

yang dapat selalu bediri tegak di jalan perjuangannya dan pantas memohon dibuatkan sebuah pintu rumah di surga..

Aku hanyalah seorang hamba Allah yang penuh dengan kekurangan..

Seorang hamba Allah yang belum sempurna dalam mencintaiNya..

Seorang hamba Allah yang belum sepenuhnyamenjalankan syariat Islam yang telah diperintahkanNya..

Seorang hamba Allah yang belum dapat menjaga hatiNya dengan baik...

Seorang hamba Allah yang masih sering lalai menjalankan perintahNya..



Ya Allah..

hamba tau.. hamba memang tak pantas ada di syurgamu,..

Tapi Hamba pun tak sanggup bila harus ke nerakaMu..

Maka ampuni dosaku Ya Allah..

Jangan pernah tinggalkan aku dari penjagaanMu..

Jangan pernah membenciku karena telah begitu bertumpuknya dosaku..

Jangan pernah memalingkan wajah Mu karena Engkau tak sanggup melihat tingkah burukku,,, Jangan Jauh dariku

YA Allah..

KArena aku takut,,sungguh Aku takut.. Bila jauh dari Mu..

Hanya Engkaulah

yang selalu menemani di setiap kebimbangan..Hanya Engkaulah yang selalu memeluk ketika aku ingin menangis..

Hanya Engkaulah yang selalu menenangkanku ketika aku resah..

Hanya Engkaulah yang selalu tersenyum ketika orang lain cemberut dengan tingkahku..

Hanya Engkaulah yang selalu melindungiku ketika aku lalai menjaga diriku,,

Hanya Engkaulah yang selalu sabar mengingatkanku meskipun aku terlalu sering melupakanmu..

Hanya Engkaulah sebaik - baiknya penjaga..
Ya Allah, kami mohon, meski kami bukanlah khadijah, bukan fatimmah, bukan pula aisyah, atau wanita-wanita mulia pilihan Mu, kami mohon kokohkanlah kaki kami dan kuatkanlah kaki kami dalam melangkah di jalan Mu..