Seperti Air Yang Mengalir Seperti itulah HARAPAN ku

Seperti Air Yang Mengalir Seperti Itulah Harapanku

Sabtu, 04 Juni 2011

KENANGAN

Indahnya sang mentari
terlalu singkat tuk dilihat
Indahnya sang purnama
Terlalu singkat tuk bertemu
Tetapi sahabatku...
bukanlah waktu yang singkat
Tuk kita saling memberi kisah da kenangan
Sahabatku......
kisah itu takan perna hilang
 tetapi akan selalu ada dan akan selalu terkenang
sahabatku.....kenangan itu
bukan untuk dibaca tapi untuk dikenang
Sahabtu.....
kenangan itu takan perna hilang
Seorang sahabatpun takan perna hilang
Dan takan perna terasa jauh
jika hati ini telah bersatu
dan kenangan itu takan perna hilang
dari memori kita
karena semua kenangan itu
hanya terjadi sekali dalam hidup kita
sahabatku......


Sabtu, 21 Mei 2011

JADILAH PEJUANG DAKWAH

Jadilah pejuang dakwah, tidak sekedar penikmat dakwah atau pendukung dakwah. Jadilah seorang muslim mujahid (muslim pejuang), bukan muslim qa’id (muslim yang duduk). Tidaklah sama seseorang yang berjihad di jalan Allah dengan orang-orang yang hanya duduk tidak berbuat sesuatu untuk agama Allah.
Jadilah pejuang dakwah, tidak sekedar penikmat dakwah yang hanya mengambil keuntungan dari dakwah atau hanya menikmati sendiri tarbiyah yang didapatkan. Kita perlu evaluasi diri, apakah yang sudah kita berikan untuk dakwah? Apakah selama ini kita sekedar numpang nikmat hidup di bawah naungan tarbiyah, numpang keren bersama ikhwan dan akhwat fillah, numpang beken dan populer di jalan dakwah atau numpang aman cari prestise dan posisi di dalamnya?
Jadilah pejuang dakwah, tidak sekedar menjadi pendukung dakwah. Tidak sekedar memberi dukungan atau sepakat dengan dakwah tetapi ikut memperjuangkannnya. Jadilah pejuang dakwah seperti halnya para sahabat yang ruhul istijabah, bersegera menyambut panggilan dakwah. Seperti halnya Miqdad bin ‘Amr ketika menjelang perang Badar beliau mengatakan: “Wahai Rasulullah, laksanakanlah apa yang telah diberitahukan Allah kepadamu, kami tetap bersamamu. Demi Allah kami tidak akan mengatakan kepadamu seperti apa yang dikatakan Bani Israel kepada Nabi Musa, yaitu “Pergilah kamu bersama Rabbmu dan berperanglah, kami tetap duduk disini”. Tetapi yang kami katakan kepadamu adalah: “Pergilah kamu bersama Rabbmu dan berperanglah, kami ikut berperang bersamu.” Demi Allah yang mengutusmu membawa kebenaran, seandainya kamu mengajak kami ke Barkul Ghimad(suatu tempat di Yaman), pasti kami tetap mengikutimu sampai disana.”
Jadilah pejuang dakwah yang selalu siap ditempatkan dimana saja, yang taat dan siap menerima amanah seperti halnya Hudzaifah yang taat ketika mendapatkan amanah untuk menyusup ke barisan musuh padahal kondisi saat itu (perang Ahzab) cuaca sangat dingin dan tentunya nyawa menjadi taruhannya jika sampai ketahuan.
Jadilah pejuang dakwah yang jiddiyah (bersungguh-sungguh) dan profesional dalam melaksanakan amanah, tidak menjadikannya beban tapi justru menjadikannya sebagai ladang amal. Dengan memiliki amanah, seseorang akan senantiasa berada bersama orang-orang shalih yang akan saling mengingatkan, berada dalam suasana ukhuwah yang indah meski banyak ujian yang dihadapi dan akan terpacu untuk selalu meningkatkan kualitas diri. Dengan memiliki amanah kita bisa lebih mampu memanaj aktifitas kita. Dan ketika kita dihadapkan dengan berbagai kepentingan, maka kita bisa bersikap tajarud, memurnikan pola pikir kita dari berbagai prinsip, nilai dan pengaruh individu. Tidak meninggalkan segala-galanya demi dakwah tetapi membawa semua yang kita punya bersama dakwah. Menjadikan cinta kepada Allah, Rasul dan jihad di jalan-Nya sebagai cinta tertinggi kita.
Mengutip tulisan di buku “Quantum Tarbiyah”, janganlah kita menjadi kader manja. Kader yang tidak siap memikul beban, padahal tantangan dakwah semakin berat. Apalagi kebatilan terus melakukan konsolidasi dengan cepat, rapat dan akurat. Jangan menjadi kader manja yang serba tidak siap, serba tidak bisa disuruh apa saja, pokoknya nggak bisa dan nggak mau, titik! Manja, karena ilmunya disayangi sendiri, tidak diwariskan pada anak isteri maupun mutarobbi. Manja, nggak segera membina untuk mewariskan ilmunya. Manja karena kalau diberi amanah tidak profesional. Bila disuruh membina malah “membinasakan”. Ketika binaan datang dia nggak datang, kalau dia datang binaan nggak nongol (kayak Tom and Jerry aja katanya he..he..).
Seorang da’i harusnya bisa menjadi teladan, rela berkorban dan banyak memberikan stok kebaikan kepada mad’unya. Untuk bisa menyentuh hati mad’unya, mengajaknya dalam kebaikan maka seorang da’i harus bersabar, telaten dalam ‘ngemong’ mad’unya, jangan sampai lebih sering absen daripada mad’unya, lama kelamaan bisa bubar dech.
Hidup ini pilihan, perjuangan dan pertanggungjawaban. Kita sendiri yang menentukan setiap pilihan. Kita sendiri juga yang menentukan prioritas kepentingan kita. Bukan kita yang diatur oleh waktu dan pekerjaan kita, tetapi kitalah yang mengatur waktu dan pekerjaan kita. Kita tidak akan punya waktu jika kita tidak berusaha menyempatkannya. Tidak ada alasan pula bagi seorang aktifis dakwah untuk tidak mau membina dengan alasan sibuk. Tidak ada alasan pula bagi seorang aktifis dakwah untuk menyepelekan tarbiyah dengan tidak hadir dalam halaqah karena alasan sibuk, entah sibuk dengan pekerjaan, keluarga ataupun dakwah. Memang tarbiyah bukan segala-galanya, tapi segala-galanya bisa bermula dari tarbiyah.
Wallahu a’lam bishowab

Rabu, 18 Mei 2011

Aku Bukan Mereka




Aku memang tidak seperti Siti Khadijah

yang berkepribadian kuat yang begitu sabar dalam mendampingi Rasulullah berdakwah serta selalu menjadi selimut di setiap kegelisahan suaminya..

Aku tidak seperti SIti Aisyah

yang begitu cerdas, sopan tutur katanya, lembut perilakunya,dan begitu taat kepada suaminya..

Aku tidak seperti Fatimah

yang anggun dan dapat dengan sabar menjaga hatinya hingga disatukan dalam ikatan pernikahan..

Aku tidak seperti Asiah, Istri Fir'aun

yang dapat selalu bediri tegak di jalan perjuangannya dan pantas memohon dibuatkan sebuah pintu rumah di surga..

Aku hanyalah seorang hamba Allah yang penuh dengan kekurangan..

Seorang hamba Allah yang belum sempurna dalam mencintaiNya..

Seorang hamba Allah yang belum sepenuhnyamenjalankan syariat Islam yang telah diperintahkanNya..

Seorang hamba Allah yang belum dapat menjaga hatiNya dengan baik...

Seorang hamba Allah yang masih sering lalai menjalankan perintahNya..



Ya Allah..

hamba tau.. hamba memang tak pantas ada di syurgamu,..

Tapi Hamba pun tak sanggup bila harus ke nerakaMu..

Maka ampuni dosaku Ya Allah..

Jangan pernah tinggalkan aku dari penjagaanMu..

Jangan pernah membenciku karena telah begitu bertumpuknya dosaku..

Jangan pernah memalingkan wajah Mu karena Engkau tak sanggup melihat tingkah burukku,,, Jangan Jauh dariku

YA Allah..

KArena aku takut,,sungguh Aku takut.. Bila jauh dari Mu..

Hanya Engkaulah

yang selalu menemani di setiap kebimbangan..Hanya Engkaulah yang selalu memeluk ketika aku ingin menangis..

Hanya Engkaulah yang selalu menenangkanku ketika aku resah..

Hanya Engkaulah yang selalu tersenyum ketika orang lain cemberut dengan tingkahku..

Hanya Engkaulah yang selalu melindungiku ketika aku lalai menjaga diriku,,

Hanya Engkaulah yang selalu sabar mengingatkanku meskipun aku terlalu sering melupakanmu..

Hanya Engkaulah sebaik - baiknya penjaga..
Ya Allah, kami mohon, meski kami bukanlah khadijah, bukan fatimmah, bukan pula aisyah, atau wanita-wanita mulia pilihan Mu, kami mohon kokohkanlah kaki kami dan kuatkanlah kaki kami dalam melangkah di jalan Mu..

Sabtu, 30 April 2011

surat cinta buat hati yang lesu

Surat ini kutujukan untuk diriku sendiri serta saudara-saudaraku yang Insya Allah tetap mencintai Allah swt dan Rasul-Nya di atas segala-galanya. Kerana hanya cinta itulah yang dapat mengalahkan segalanya, cinta hakiki yang membuat manusia melihat segalanya dari sudut pandang yang berbeza, lebih bermakna dan indah.
Surat ini kutujukan pula untuk jiwaku serta jiwa saudara-saudaraku yang mulai lelah menapaki jalan-Nya, ketika seringkali mengeluh, merasa terbebani bahkan terpaksa untuk menjalankan amanah dakwah yang sangat mulia. Padahal tiada kesakitan, kelelahan, serta kepayahan yang dirasakan oleh seorang hamba melainkan Allah swt akan mengampuni dosa-dosanya dan memberinya ganjaran dengan sebaik-baik ganjaran.
Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati saudara-saudaraku yang kerap kali terisi oleh cinta selain-Nya, yang mudah sekali terlena oleh indahnya dunia, yang terkadang melakukan segalanya bukan kerana-Nya. Lalu di ruang hatinya yang kelam merasa senang jika dilihat dan dipuji orang lain, entah dimana keikhlasan. Maka saat ini kurasakan kekecewaan dan kelelahan kerana kulakukan tidak sepenuhnya berlandaskan keikhlasan, padahal Allah tidak pernah menanyakan hasil. Dia hanya akan melihat kesungguhan dalam berproses dan dalam berusaha.
Surat ini kutujukan untuk ruh-ku dan ruh saudara-saudaraku yang mulai terkikis oleh dunia yang menipu, serta membiarkan fitrahnya tertutup oleh maksiat yang membiarkannya untuk dinikmati. Lalu dimanakah kejujuran diletakkan ? , dan kini terabaikan sudah secara nurani yang bersih, saat ibadah hanya rutin semata, saat fizikal dan fikiran disibukkan oleh dunia, saat wajah menampakkan kebahagiaan yang tepu. Cubalah sejenak luangkan waktu untuk melihat hatimu menangis, tertawa, atau merana.
Surat ini kutujukan untuk diriku dan saudara-saudaraku yang sombong, yang terkadang bangga pada dirinya sendiri, sungguh tiada satupun yang membuat kita lelah di hadapan-Nya, selain ketaqwaan. Padahal kita menyedari bahawa tiap-tiap jiwa akan merasakan mati namun kita masih leka dengan kefanaan.
Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati saudara-saudaraku yang mulai mati, saat tiada getar penyesalan ketika kebaikan terlewat begitu saja, saat tiada rasa berdosa ketika menzalimi diri dan saudaranya.
Akhirnya, surat ini kutujukan untuk jiwa yang masih memiliki cahaya meskipun sedikit, cubalah kau jaga agar cahaya itu tidak padam. Maka terus kumpulkan cahaya itu hingga ia dapat menerangi wajah-wajah di sekelilingnya, memberikan keindahan Islam yang sesungguhnya. Hanya dengan kekuatan dari-Nya. Ya Allah saksikanlah, sesungguhnya aku telah menyampaikan. Wallahu ’alam bish-shawab.
Semoga tetap istiqamah di jalan-Nya. Sungguh, syurga takkan pernah pantas ditukar dengan lalai dan kemalasan.
Dari Saudaramu yang mencintaimu kerana Allah ..
Ibnu Sa'id Al Faqir

Senin, 18 April 2011

motivasi

Gairah adalah salah satu elemen pokok yang meringankan upaya dan mengubah kegiatan-kegiatan yang biasa-biasa saja menjadi suatu pekerjaan yang dapat dinikmati.

Semakin besar “Mengapa” Anda akan semakin besar energi yang mendorong Anda untuk meraih sukses.

Mimpi tidak hanya membantu Anda berhadapan dengan kegagalan, tetapi mereka juga memotivasi Anda secara konstan.

Mimpi masa kini adalah kenyataan hari esok.

Anda bisa, jika Anda berpikir bisa, selama akal mengatakan bisa. Batasan apakah sesuatu masuk akal atau tidak, kita lihat saja orang lain, jika orang lain telah melakukannya atau telah mencapai impiannya, maka impian tersebut adalah masuk akal.

Menuliskan tujuan akan sangat membantu dalam menjaga alasan melakukan sesuatu.

Apakah kita bisa untuk mengemban misi kita? Insya Allah kita bisa, karena Allah Mahatahu, Allah tahu sampai dimana potensi dan kemampuan kita. Jika kita tidak merasa mampu berarti kita belum benar-benar mengoptimalkan potensi kita.

Jika target obsesi itu baik, maka memiliki obsesi bukan hanya baik, tetapi harus. Karena motivasi dari sebuah obsesi sangat kuat.

Untuk menjadi sukses, Anda harus memutuskan dengan tepat apa yang Anda inginkan, tuliskan dan kemudian buatlah sebuah rencana untuk mencapainya.

Bisakah kita meraih sukses yang lebih besar lagi?

Merumuskan Visi dan Misi adalah salah satu bentuk dalam mengambil keputusan, bahkan pengambilan keputusan yang cukup fundamental. Visi dan Misi Anda akan menjiwai segala
gerak dan tindakan di masa datang.

Jangan takut dengan gagalnya meraih visi, kegagalan meraih visi sebenarnya bukan suatu kegagalan, tetapi merupakan keberhasilan yang Anda tempuh meski tidak sepenuhnya.

Visi itulah yang akan menuntun perjalanan hidup Anda.

Menciptakan kebiasaan baru adalah salah satu dari kunci sukses. Jika anda ingin sukses Anda harus mulai menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang akan membawa Anda kepada kesuksesan.

Jika Anda ingin menang— dalam bisnis, karir, pendidikan, olah raga, dsb— maka Anda harus memiliki kebiasaan-kebiasaan seorang pemenang pula.

Jika Anda ingin suatu kehidupan yang berbeda, buatlah keputusan yang berbeda juga.

Tengoklah kembali perjalanan Anda saat ini, akan menuju kemana? Apakah ke arah yang lebih baik, atau ke arah yang lebih buruk, atau tetap saja seperti saat ini? Tetapkanlah sebuah putusan dan jalanilah menuju konsekuensinya.

Potensial pilihan Anda begitu melimpah, keputusan Anda dapat saja merubah hidup Anda secara dramatis dalam waktu singkat.

Hanya satu motivasi yang ada, yaitu Allah. Adapun motivasi lainnya harus dalam rangka “karena dan/atau untuk” Allah.

Sabtu, 12 Maret 2011

ibu

kau adalah nafas dan jiwa dalam hidupku
kau adalah pelita penerang jalanku
kau adalah bidadari dalam hatiku
kau adalah guru dalam mengarungi dunia

ibu
kau adalah wanita hebat
yang perna kukenal dan kumiliki
kau adalah penyemangat hidupku
kau rela korbankan jawamu demi ku

ibu
kau tak perna mengeluh
walaupun ku tau kau sedang sedih
didepanku kau pura-pura tegar
walaupun ku tau engkau lemah

ibu
engkau adalah bidadari tercantik yang perna kulihat
engkau kuat,,,engkau tegar
menjalani hidup ini
walaupun ku tau engkau sakit

ibu
hanya kata maaf dan terimakasih
sempat kuucapkan
karenamu aku tau dunia ini
mengenal arti semuanya

ibu
maafkanlah kami yang belum sempat membahagiakan dirimu
hanya satu yang kuinginkan dari mu
adalah DOA

ibu
doakanlah kami anak-anakmu ini
agar apa yang kami kerjakan dapa RIDHO dari-NYA
thanks mam
kau adalah segalanya bagiku

untukmu wahai para pejuang dakwah

Lakukan apa yang sanggup kita lakukan sekarang. Kita dan mereka yang di sana adalah satu. Laksana 1 tubuh. Perjuangan kita di sini insyaALLAH adalah bentuk kepedulian kita sebagai saudara. Jika kau mampu lakukan lebih, maka lakukanlah!
Hendaknya kita jauh lebih bersemangat dalam melakukan ‘pekerjaan’ ini karena ranah tempat kita berpijak tak seterjal ranah mereka di sanA(baik Mesir maupun Palestine). Lihat, masih banyak ‘gawean’ besar yang menunggu uluran tanganmu, Kawan! Tersebar di seluruh pelosok negeri yang semakin sakit ini! Cukuplah ALLAH yang melihat dan menilai apa yang telah KITA(kita dan mereka yang sama dengan kita di hamparan luasnya permukaan bumi ini) ikhtiarkan.
Yakinlah, pada akkhirnya kebatilan akan MUSNAH! Itu janji ALLAH. Karena sesungguhnya, yang menjadi musuh ‘para pembuat onar’ itu adalah ALLAH. ALLAH pasti melihat dan tunggulah dengan sabar keputusan ALLAH untuk mengakhiri ‘pewayangan’ ini. Karena keputusan ALLAH adalah sesempurna-sempurnanya keputusan. Kita tak tahu apa rencana ALLAH. Ada hikmah di balik semua ini. Mungkin, inilah gebrakan untuk membangkitkan semangat kita agar muncul kembali ke permukaan. Atau mungkin, air siraman yang mampu membangunkan kita dari tidur panjang kita yang sangat menyenyakkan. Atau mungkin yang lain. Dan akhirnya, tak ada sebuah tindakan yang tak diikuti oleh sebuah pertanggungjawaban. Wallahu a’lam.
TETAP SMANGAD KAWAN!!! ALLAHU AKBAR!!!!!!