Buatlah air menjadi awan yang kemudian akan mengubah menjadi mendung dan biarlah aku menjadi manusia yang mencari arti kehidupan dan meniti bait-bait keinsyafan dalam sajadah panjang nam akehidupan dan biarlah aku menjadi diri sendiri dalam setiap episode kehidupan
Seperti Air Yang Mengalir Seperti itulah HARAPAN ku
Sabtu, 31 Maret 2012
Senin, 26 Maret 2012
Perempuan
Agama islam telah mengembalikan fitroh kaum
perempuan dari kebiasaan jahiliyah yang menganggap kedudukkan kaum
perempuan sangat rendah menjadi suci dan terhormat.
Kata-kata perempuan adalah baik. Ni’mat kepada orang
tua, Patu kepada suami, takut kepada ALLAH, Mengikuti perintah sunah
Rosulullah.
Perempuan mengenal rumah tangga seperti memahami
setiap sisi dirinya sendiri, Walaupun terkadang perjuagan mereka sulit kaum
perempuan tak perna berkeluh kesa dan juga menyombongkan diri. Selalu
menempatkan sesuatu pada tempatnya. Inilah harkat perempuan yang mulia dan
bermartabat.
Dengan lima sifat utama,Benar, jujur, pandai, fasih
terdidik dan bersifat malu.
Dari merekalah kita dilahirkan maka kepada merekalah
kasih kita seharusnya berada.
DEMI CINTA (OST. Dibawah Lindungan Ka'bah)
Minggu, 25 Maret 2012
Kamis, 15 Maret 2012
Dipersimpangan Jalan
Tuk menememani
kesendirianku
Melihat kesana kemari
begitu banyak orang yang
lalu
Tapi, tak kudapati sosok
yang ku tunggu
Rasa putus asa sempat
terbesit
Dan sempat berpikir
mungkin dia sudah lewat
Tapi satu hal yang
membuat aku tetap bertahan
Sebuah keyakinan
Bahwa engkau pasti akan
datang
Hingga batas waktu aku
menunggu
Senin, 20 Februari 2012
Jalan Hidup
Selalu
mewarnai perjalanan hidupku
Bagaikan
pelangi
Ada tawa
dan juga sedih
Namun
dalam jiwaku meredup
Kalaku
sedang sedih
Tiada
tawa dan juga senyum
Yang khan
menghiasinya
Namun
jika hati berwarna indah
Kulangkahkan
kaki tuk meraih intan dan permata
Tuk
menuju hari esok
Tapi
ketika waktu berhenti
Detikpun
menjawab dan memutar kembali masa silam dan sejumlah tanda tanya memenuhi
kepalaku
Kutepis
semua pertanyaan itu
Sejenak
kuterdiam
Kutunggu
sngin dan bertanya kepadanya
Namun
masa belum memberi jawaban secara pasti
Hingga
kini masih kucari jawabannya
Menuju
masa indahku
Kamis, 09 Februari 2012
Renungan Buat Diriku

Ribuan pulau kau
sebrangin.....puluhan kota kau lewati....
maka
tolong jangan kau sia-siakan pengorbananmu dan juga pengorbanan orang
tuamu.....
katanya
kamu CAPEH...tapi tau khan kamu orang tuamu lebih CAPEH dari anda...kenapa???
setiap
hari mereka bekerja tanpa mengenal kata LELAH...perna kha kau dengan kata itu
keluar dari mulut mereka??? “Tidak perna”
nha
itulah mereka ...mereka tak ingin terlihat capeh didepan anda karena mereka tak
ingin anda khawatir kepada mereka...mereka begitu pintar menyembunyikan semuanya...
kau tau
mereka tertawa tapi sebenarnya mereka menangis.....mereka bergurau tapi itu
hanya untuk menghilang khan kecemasan didalam hati mereka....itu lha yang harus
kau tau....
begitu
beruntungnya anda memiliki orang tua yang begitu baik dan perhatian terhadap
anda karena tidak semua orang seberuntung anda...jadi tolong jangan membuat
mereka kecewa atas semua yang kau lakukan..tapi berusaha lha untuk membahagia
kahn mereka okkeeee......dan doakhan mereka disetiap sujudmu...
Selasa, 07 Februari 2012
Dari Ayah Untuk Putrinya
Biasanya, bagi
seorang anak perempuan yang remaja atau sudah dewasa, yang sedang bekerja
di perantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang
sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.. akan sering merasa
kangen sekali dengan Mamanya. Iyak ga sih? Tapi itu wajar..
Mungkin karena Mama
lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, “ Halo sayang,
gmna kbr km? udah makan blom? Jangan sampe telat makan yha, nanti mag-nya
kambuh dan mama gak mau itu terjadi.” tapi tahukah kamu, jika ternyata
Ayah-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu
kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah
selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
”Ma, tadi Putri cerita apa aja? Di sekolahnya gimana? Bukannya lupa, tapi
amanah ayah sekarang bertambah sehingga menyita waktu kebersamaan kita.”
Pada saat dirimu
masih seorang anak perempuan kecil.. Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik
sepeda. Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di
sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Ayah, jangan
dilepas dulu roda bantunya"
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu,
menatapmu, mendoakanmu dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia
tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir
sampai kadang sedikit membentak dengan berkata: "Sudah di bilang! kamu
jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan
menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar
mengkhawatirkan keadaanmu dan ayah ingin kau lekas sembuh supaya bisa melihat
tawa ceriamu kembali.
Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... dan kamu
harus pergi kuliah dikota lain... Ayah harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu
bahwa badan Ayah terasa kaku dan merasa tak pantas untuk memelukmu? Ayah hanya
tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk
berhati-hati...
Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Mama dan
memelukmu erat-erat.
Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di
sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya
Nak".
Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk
pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester
dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah. Ayah pasti
berusaha keras mencari jalan untuk memenuhi semua kebutuhanmu bagimana
pun caranya yang penting halal, agar anaknya bisa merasa sama dengan
teman-temannya yang lain.
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Ayah
adalah orang pertama yang berdiri dan memberi selamat & tepuk tangan
untukmu. Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat putri kecilnya yang
tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang...
Sampai saat seorang lelakimu datang ke rumah dan
meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya. Ayah akan sangat berhati-hati
memberikan izin...
Karena Ayah tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya
nanti. Ketaatanmu yang pertama adalah pada pendampingmu itu, bukan lagi ayahmu.
Dan akhirnya.... Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung
Pelaminan
bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas
menggantikannya, Ayah
pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah
pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Ayah menangis karena sangat berbahagia, kemudian Ayah
berdoa.... Dalam lirih doanya kepada, Ayah berkata: "Ya Allah amanah
dari-MU telah kujaga dengan baik dan kini tugasku telah selesai, .... Putri
kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang dewasa dan cantik....
Bimbinglah setiap langkahnya, tegurlah ia dikala khilaf, jadikanlah ia wanita
shalehah dan bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu
bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih...
Dengan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk
menjagamu dari bahaya....
Ayah telah menyelesaikan tugasnya....
Terima Kasih Ayah...
Dari catatan
seorang teman dengan revisi
Langganan:
Postingan (Atom)





